Sunday, May 27, 2018

Empat Silinder Terbesar Di Dunia, Kantor BMW dari Dekat



Bangunan yang menonjol apalagi yang bisa menyaingi kantor pusat BMW di Munich, Jerman?Bangunan  ini begitu ikonik dan bisa kita kenali dari kejauhan berkat desainnya yang unik.

'The biggest 4-cylinder in the world' seperti itu orang BMW menamakan kantor pusat mereka yang begitu keren itu. Bertempat di samping Olympic Park, di samping menjadi tempat orang BMW bekerja, lingkungan ini juga menjadi lokasi hiburan pencinta BMW.

Di sebelah depan gedung 4 silinder didirikan museum BMW yang memajang koleksi berharga BMW dan di seberangnya ada bangunan BMW Welt, showroom atau diler yang menjadi ajang pameran berbagai mobil dan motor keluaran terbaru dari BMW Group.

BMW Museum di depan Tower 4 Silinder
BMW Museum di depan Tower 4 Silinder

Karena begitu cantiknya, kantor BMW ini ditasbihkan sebagai salah satu dari 15 bangunan kantor pusat paling keren. Gedung empat  silinder itu adalah hasil karya seorang arsitek Karl Schwanzer. Gedung tersebut baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1973. Setelah itu bangunan tersebut direnovasi pada awal tahun 2000-an.

Proses kontruksi kantor yang dimulai 28 Juli 1970
Proses kontruksi kantor yang dimulai 28 Juli 1970



Karena BMW adalah salah satu produsen mobil yang sangat terkenal dengan mesin 4 silindernya, Schwanzer membuat rancangan  gedung 22 lantai dengan tinggi 99,5 meter yang terbagi dari 4 silinder layaknya desain ruang bakar mesin mobil.

Logo BMW di atas tower 4
Logo BMW di atas tower 4


4 silinder itu disangga inti beton yang terikat dengan sistem jepit (bracket) yang ikut disatukan pada atap gedung di bagian atas yang menggambarkan penampakan kepala busi. Setiap kolom ruang diangkat ke atas dengan sistem katrol tensi. Sedangkan bagian luar gedung dibangun  menggunakan aluminium.

  Baca Juga:
  • Sewa Mobil Sidoarjo Harga Terbaik https://sewa-mobilsidoarjo.blogspot.co.id/

Kenapa tingginya tidak melebihi 100 meter? Rupanya pemerintah kota saat itu mengeluarkan kebijakan yakni tidak memperbolehkan membangun gedung yang tingginya lebih dari 100 meter. Karena itu 22 lantainya disusun menjadi 18 lantai untuk kantor, turut di dalamnya lantai untuk kalangan manajemen, ground floor dan basement.

Adu Irit Mobil Listrik dan BBM, Siapa yang Unggul?


Adu Irit Mobil Listrik dan BBM, Siapa yang Unggul?


Kendaraan listrik khususnya mobil listrik digembor-gemborkan sebagai kendaraan masa depan yang lebih ramah dengan lingkungan. Sejumlah perbandingan yang menjadikan mobil listrik lebih banyak memiliki keunggulan daripada mobil konvensional yang memakai bahan bakar minyak (BBM).

Tahun lalu, BMW telah melakukan tes perbandingan terhadap mobil listrik produksi mereka dengan mobil konvensional yang mengonsumsi BBM. Dua mobil tersebut diujicoba untuk mencapai jarak yang sama yakni lebih kurang 200 km. Begitu menurut keterangan Tami Notohutomo selaku Product Planning Manager BMW Indonesia.

Adu Irit Mobil Listrik dan BBM, Siapa yang Unggul?

Hasilnya yang mencengangkan, dihitung di sisi biaya bahan bakar, mobil listrik menghabiskan konsumsi daya lebih murah daripada mobil konvensional yang memakai BBM. Untuk mencapai jarak 200 km, mobil listrik memerlukan daya sekitar 27,7 kilowatt dengan perkiraan harga listrik tahun 2016 yakni Rp 1.400 per kwh.

"Jadi daya 27,7 kilowatt dikalikan harga per kwh  Rp 1400 itu hasilnya sekitar Rp 38,780 atau digenapkan menjadi Rp 40.000," katanya di Direktorat Jenderal EBTKE, Jakarta, pada hari Selasa (8/8/2017).

Sementara itu, hitungan rata- rata pada mobil konvensional, 1 liter BBM dengan ron 92 bisa mencapai jarak 12 km. Totalnya, untuk menempuh jarak 200 km, butuh konsumsi BBM sebanyak 16,6 liter. Dengan perkiraan harga BBM seharga Rp 9.250, maka total biaya bahan bakarnya menjadi Rp 154.166.

Sewa Mobil Sidoarjo Harga terbaik klik disini
https://sewa-mobilsidoarjo.blogspot.co.id/

Dia menerangkan, selain irit biaya, pemakaian mobil listrik bisa mengurangi emisi yang menyebabkan gas rumah kaca. Jadi pada akhirnya kualitas udara bisa menjadi lebih baik disebabkan emisi gas buang dari mobil bisa berkurang.

"Kan pemerintah kita sudah berkomitmen untuk melakukan pengurangan jumlah  emisi gas rumah kaca dan mengurangi senilai 29% emisi gas buang dari kendaraan konvensional yang memakai bahan bakar minyak," ujarnya.

Di samping itu Indonesia pula dinilai sudah cocok bagi pengembangan mobil listrik karena saat ini masyarakat sudah mulai paham lingkungan dan menggantungkan diri dengan teknologi mutakhir.

Kendaraan listrik juga dapat memberikan kegunaan pendidikan, ekonomi  serta akibat lingkungan yang lebih baik.

Sumber: detik.com